Postingan

20 y.o

Tahun ini adalah tahun ke-20 bagiku, yang masih bertahan hidup di muka bumi. Aku tidak pernah ingat betul ketika pertama kali menghirup udara dunia, tepatnya udara panas khas kawasan di daerah Jakarta Timur. Ah, kalau dihitung-hitung, aku yang merupakan kelahiran tahun 1998 ini sudah tidak remaja lagi nyatanya. Sempat terlintas dipikiranku, “20 tahun? Gini-gini aja kayaknya. Ga ada perubahan.” Beberapa minggu yang lalu, aku tidak sengaja melihat NIP Bapak. Sewaktu kubaca dan kutelaah, “Loh bapa udah kerja dari umur 20 tahun?”. Aku yang tidak bisa menutupi rasa kaget sekaligus kagum pun bertanya ke Bapak. Berharap ada penjelasa lebih lanjut. Bapak mengangguk dan mengiyakan. “Wow keren juga ya bapa umur 20 tahun udah bisa kerja, PNS pula”, gumamku. Aku yang tahu kalau Bapak bukanlah lulusan dari jenjang pendidikan yang paling tinggi dan merupakan orang yang berasal dari kampung pun berdecak kagum. Tiba-tiba terdengar suara yang menimpali, “Kaka juga udah kerja dari umur 20 tahun...

Gue = Aku

Gue adalah seorang anak perempuan keturunan Sunda (asli). Bapak Ibu gue lahir dan besar di salah satu daerah di Jawa Barat. Tapi, gue lahir dan besar di kota metropolis -yang didominasi oleh kebudayaan Betawi- karena pekerjaan Bapak gue waktu itu yang menuntut beliau dan keluarga untuk migrasi dari kampung halaman. Walau kedua orang tua gue berdarah Sunda, bukan berarti gue lancar berbahasa Sunda. Terkadang gue suka malu kalo diajak ngobrol orang di kampung halaman dengan menggunakan bahasa Sunda, karena gue hanya bisa menjawab seadanya dengan bahasa Indonesia. Gue terkadang mengerti apa yang mereka katakan, namun gue ga pernah bisa membalas obrolan mereka. Sebatas mengerti, namun tak bisa menanggapi.  Untungnya, sodara gue paham dengan kondisi. Mereka terbiasa menggunakan bahasa Indonesia ketika berbicara dengan gue. Walau ‘kagok’ menurut versi mereka. Bukan bermaksud  stereotype,  memang orang Sunda terkenal dengan keramah-tamahan dan kesopanannya. Hal ini gue rasa...

Be Brave or Never Try

Kamis lalu gue memutuskan untuk  apply  internship di ruangguru. Awalnya gue ragu, tapi gue putuskan untuk mencoba. Lebih baik mencoba, daripada tidak sama sekali. Setidaknya diri ini sudah berani berusaha. Entah apa yang akan Allah takdirkan. Semoga harapan akan berganti dengan kenyataan. Tapi, aku mengerti bahwa kenyataan tidak selalu sesuai dengan harapan. Jika menurut aku baik, belum tentu menurut Allah baik. Jadi, aku hanya bisa memasrahkan kepada-Nya setelah ikhtiar dan do’a. Biar kuasa-Nya yang berandil. Awal gue tau kalo ruangguru buka program internship adalah ketika gue ngestalk akun CEO ruangguru (@belvadevara).  Pada satu waktu, gue ga sengaja liat postingan kak Belva mengenai internship program ruangguru. Tapi  first comment  gue waktu itu adalah “Ah sayang banget, programnya udah lewat.” Setelah itu, gue hanya bisa berandai kalo program internship akan dibuka lagi tahun ini. Suatu ketika, seorang teman mengirim pesan ke gue. “Din kalo punya...

Masa SMA

Gambar
Masa SMA adalah masa yang paling indah, sulit dilupakan, dan penuh kenangan", begitu kata kebanyakan orang. Gue masuk SMA tahun 2013. SMA Negeri yang ga jauh dari rumah gue tetep menjadi pilihan utama. Alih-alih gue mencari SMA yang bergengsi, tetep aja gue milih yang deket daripada yang jauh. "Toh di manapun tempatnya, yang penting sekolah", pikir gue waktu itu. Masa SMA gue dilewati dengan penuh drama. Salah satunya, gue pernah jatoh dari motor (gara-gara ngebut cuma karena takut telat pas lagi pekan ulangan) dan ngerem mendadak karena ada kerumunan sapi di jalan yang biasa gue lewatin menuju sekolah. Untungnya, seorang ibu, sapi-sapi di depan gue, beserta motor kesayangan  ga kenapa-kenapa. Sedihnya, gue yang jadi kenapa-kenapa. Sepatu gue bolong, badan gue memar-memar. Yang penting: semua aman. Selain dimarahin guru, ga ngerjain pr, dan masalah-masalah sama temen, pasti ada hal yang lebih menyentil, yaitu 'Cinta'. Ah, di umur segitu tau apa sih gue...

Resensi : Karya Satra Jawa

Identitas Buku Judul Buku           : Babad Tanah Jawa [Dari Nabi Adam Hingga Mataram Islam] Penulis                : Sri Wintala Achmad Editor                   : Pendar Langit Timur Koreksi Aksara    : Laila Nur Aisyah Penerbit                : Araska                               Pinang Merah Residence Kav.14                               Jl. Imogiri Barat – Bantul – Yogyakarta Cetakan                : ...

Puisi : Meraih Sang Mentari

Dengan semangat menggelora Kan ku kejar cita-cita Dengan doa dan kerja keras Aku percaya bahwa aku bisa Bagai menggambar senyuman di atas langit biru Kan ku lukiskan cita-citaku Kan ku tuliskan impianku Dan ku luapkan keberanian dalam diriku Disiplin dan tekun itulah sebuah kunci Kunci yang akan mumbuka takdir Sang Ilahi Inspirasi yang ku jadikan ilmu Membuatku selalu belajar dari masa lalu Ibadah selalu ku jalankan Sebagai tanda kepatuhan Tangguh menjadi benteng hidupku Fokus menjadi komitmen hidupku Itulah aku Pengejar Sang Mentari Karya : Dini Fitriani